Polisemi Kata Sayang dalam Bahasa Indonesia: Kajian Prosodi Semantik Berbasis Korpus
DOI:
https://doi.org/10.26499/li.v44i2.1019Keywords:
polisemi, sayang, linguistik korpus, kolokasi, prosodi semantikAbstract
Kata ‘sayang’ dalam bahasa Indonesia bersifat polisemi atau memiliki lebih dari satu makna sehingga dapat menimbulkan ambiguitas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bentuk kolokasi yang muncul bersama kata sayang dalam korpus LCC Indonesia 2023; (2) mendeskripsikan makna polisemi kata ‘sayang’ berdasarkan kolokasi korpus LCC Indonesia 2023; dan (3) mengetahui bentuk prosodi semantik yang terbentuk dari pola kolokasi kata ‘sayang’ dalam korpus LCC Indonesia 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik disertai data kuantitatif pendukung berupa frekuensi munculnya kata ‘sayang’ dalam korpus. Data penelitian berupa 100 kata teratas dalam kolokasi dengan pengaturan L3-R3 Dice coefficient. Data tersebut kemudian dikelompokkan untuk mengetahui distribusi kelas kata dan dominasi makna. Penelitian ini dibatasi pada kata ‘sayang’ yang bermakna afektif dan evaluatif. Berdasarkan analisis distribusi kelas kata, diketahui bahwa kata ‘sayang’ paling dominan berkolokasi dengan nomina, kemudian diikuti verba, dan adverbia. Selain itu, kata ‘sayang’ yang bermakna afektif cenderung merepresentasikan prosodi positif, sedangkan yang bermakna evaluatif merepresentasikan prosodi negatif.
References
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). KBBI Daring. https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/sayang
Biber, D., Conrad, S., & Reppen, R. (1998). Corpus Linguistics: Investigating Language Structure and Use. Cambridge University Press.
Bogdan, R. C., & Taylor, S. J. (1992). Introduction to Qualitative Research Methods: A Phenomenological Approach to the Social Sciences. John Wiley & Sons.
Budiawan, R. Y. S., Fatin, A. N., & Mualafina, R. F. (2024). Kolokasi pada kata cinta berbasis Linguistik Korpus. Sasindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(1), 186-195.
Chaer, A. (2013). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Rineka Cipta.
Firth, J. R. (1957). Papers in Linguistics 1934–1951. Oxford University Press.
Hunston, S. (2002). Corpora in Applied Linguistics. Cambridge University Press.
Leech, G. (1981). Principles of Pragmatics. Longman.
Levinson, S. C. (1983). Pragmatics. Cambridge University Press.
McEnery, T., & Hardie, A. (2012). Corpus Linguistics: Method, Theory and Practice. Cambridge University Press.
Oktaviana, A. (2020). Analysis of semantic prosody in the collocation words of "social distancing" and "physical distancing". Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature), 4(2), 269-283.
Rajeg, G. P. W. (2020). Linguistik korpus kuantitatif dan kajian semantik leksikal sinonim emosi bahasa Indonesia. Linguistik Indonesia, 38(2), 123-150.
Rasyid, I., Laura, H., & Rachman, F. (2024). Semantik prosodi nomina Indonesia dalam korpus wacana berita Arab internasional Oman 2013. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 9(1), 41–52.
Sinclair, J. (1991). Corpus, Concordance, Collocation. Oxford University Press.
Sinclair, J. (1996). The search for units of meaning. Text, 16(1), 75–106.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Zhang, L. (2022). Studi berbasis korpus: Perbandingan kolokasi dan prosodi semantik sinonim bahasa Indonesia “menyebabkan” dan “mengakibatkan”. Mabasan: Jurnal Bahasa dan Sastra, 17(2), 121–138.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Linguistik Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The name and email address in this journal will only be used for the benefit of the Indonesian Linguistics journal and will not be used for other purposes.




